Langsung ke konten utama

Pharmacy Daily 2023 Week 47

20231120

Intervensi peresepan yang-diarahkan-apoteker dalam pengobatan antihipertensi menunjukkan adanya pengematan biaya sejumlah 10 ribu dolar per pasien per tahun. Demikian salah satu hasil penelitian  Dave L. Dixon, PharmD dalam riset cost-effectiveness yang ia lakukan dalam rentang tahun 2009-2013. Baca selengkapnya di

https://jamanetwork.com/journals/jamanetworkopen/fullarticle/2811317

20231124

NSCLC (Non-small-cell Lung Cancer)  adalah jenis paling umum dari kanker paru, mencakup 85% dari keseluruhan kanker paru. Jenis yang lain, adalah SCLC (Small-cell Lung Cancer). Mortalitas lung cancer menjadi yang tertinggi pada pria, dan kedua tertinggi pada wanita (cancer-related mortality). Sumber:

Siegel RL, Miller KD, Wagle NS, et al. Cancer statistics, 2023. CA Cancer J Clin 2023;73:17–48.

20231125

Mengapa introduksi Wolbachia ke dalam populasi Nyamuk bisa mencegah infeksi demam berdarah?

Ada 3 organisme yang terlibat dalam rantai infeksi DBD: 1) Nyamuk; 2) Virus DBD; 3) Manusia.

Kemudian siapa Wolbachia? Dialah aktor ke-4 yang dimasukkan ke dalam Populasi Nyamuk sehingga menghambat virus DBD. Faktor keempat ini tidak ada bahayanya pada Manusia. Dengan adanya Wolbachia pada populasi nyamuk, minimal tinggal gigitannya doang yang sakit, enggak bakal sampe DBD. Begituu.

Referensi: Moreira, L. A., et. al. (2009). A Wolbachia symbiont in Aedes aegypti limits infection with dengue, Chikungunya, and Plasmodium. Cell, 139(7), 1268–1278.

20231126A

Saya menonton satu video YouTube dari mantan menkes RI, Ibu dr. Siti Fadillah Supari untuk menyaksikan argumen kritikalnya terhadap introduksi nyamuk dengan-Wolbachia. Tidak sampai di situ, aku juga membaca berbagai keterangan ahli di media massa yang merespon argumennya.

Satu hal yang aku sadari di situ:

Selalu bertanya! Always ask for everything.

Bayangkan ini seperti situasi di dalam kelas:

Guru: Nyamuk dengan-Wolbachia aman kok, karena virus Dengue- nya tidak bisa berkembang dalam nyamuk dengan-Wolbachia.

Nyamuk dengan-Wolbachia pun lebih cepat mati daripada nyamuk biasa.

Siswa1: Ooh begitu. Tapi bukannya virus juga bisa mengembangkan resistensi bu?

Siswa2: Ooh begitu. Oke deh bu. Saya percaya kok.

Siswa3: Ooh begitu. Dalam jangka panjang,  bagaimana pengaruh peningkatan nyamuk dengan-Wolbachia kepada keseimbangan ekosistem bu?

Memang tidak mungkin membayangkan masyarakat awam menanyakan hal-hal begini 😅

Tapi, saya pribadi, dan kamu juga yang telah menggapai privilese ilmu bisa mengasah otak lagi dengan mengungkapkan counter-argument secara ilmiah, setelah memahami berbagai aspeknya.

Inget temen-temen, long live learners sesungguhnya adalah learners who keep learn and ask anything walaupun pemerintah (contohnya) sudah bilang: itu aman kok, sudah banyak diteliti.

20231126B

Nyamuk dengan-Wolbachia yang diintroduksi tahun ini, menurut kutipan di berbagai media, baru akan menunjukkan efek penurunan jumlah kasus DBD setelah 1-2 tahun sejak pertama kali diintroduksi.

Saya sendiri udah membuat semacam reminder di Google Calendar pada bulan Nov-2026 untuk review the result of this dengue eradication program.

Wahh rajin bgt brow 😯

Ya harus rajin, bro. Memangnya siapa lagi sih yg mesti ngelakuin ini? 😅

Intinya kita harus tetap dukung kebijakan pemerintah dalam menangani problem kesehatan masyarakat, dengan cara apapun yang disukai. Tapi, kalau saya cara mendukungnya ialah dengan mengkritik dan mengevaluasi.

20231126C

Scientific Discussion in Democracy Societies

Normalnya dalam negara demokrasi, setiap pandangan individu harus dipertimbangkan dalam membuat keputusan. Pandangan-pandangan individual itu kemudian "di-average" dalam bentuk wakil. Metode averaging ini pun bisa berupa daerah, ideologi kepartaian, ras, agama, dll. Nantinya wakil-wakil bisa duduk dalam suatu forum untuk membuat keputusan, dan keputusan akan dianggap sah dan berlaku untuk setiap individual.

Dalam diskusi saintifik, pandangan individu dibatasi oleh intelijensi. Tidak semua individu punya daya intelijensi yang setara, bahkan ada individu yang punya cukup intelijensi di satu hal, tapi nol intelijensi di hal lain. Maka, bisa dipastikan diskusi saintifik secara aktif hanya akan diikuti oleh individu-individu yang memiliki intelijensia yang cukup. Yang lain? mendengar, mengangguk-angguk, dan beropini pada kapasitasnya.

Berikut ini adalah contoh debat yang simpel:

Dr. Vegapunk mendebat dr. Leorio: apakah X benar-benar diperlukan untuk menangani A? bagaimana pengaruh X terhadap Y?

Debat mereka berdua disaksikan publik. Daya intelijensi yang dimiliki individu dalam publik adalah averaging-factor yang menentukan seberapa besar acceptance publik terhadap argumentasi Dr. Vegapunk dan dr. Leorio. Ingat lagi bahwa daya inteligensi itu memiliki spektrum dan kedalaman yang beragam.

Begitulah kira-kira, bagaimana publik yang hidup dalam atmosfer demokrasi menyerap dan mencerna argumen ilmiah dari para profesor. Poinnya adalah: profesor dan semua ahli ilmu harus bebas menyatakan pendapatnya. Dengan demikian, pendapat mereka bisa menjadi rujukan buat masyarakat dalam menentukan sikapnya.





Komentar