Langsung ke konten utama

Beginilah caranya produk obat dan kosmetik dari pabrik bisa sampai ke tanganmu

Caranya adalah dengan distribusi, yaitu suatu proses penghantaran produk dari lokasi produksi ke tangan penggunanya. Tujuan dari proses distribusi secara umum adalah getting the right goods in the right places at the right time with the least cost. Silahkan translate sendiri lah tu.

Getting the right goods in the right places. Distribusi yang baik mengharuskan ketepatan antara barang dan lokasi yang diinginkan oleh pengguna. Perusahaan Besar Farmasi (PBF), mestilah memiliki daftar konsumer (yaitu apotek, klinik, praktik bidan, dan lainnya) yang merupakan pasar potensial bagi industri farmasi. Masing-masing konsumer memiliki permintaan yang berbeda satu dengan yang lainnya. Praktik Bidan sudah tentu memiliki permintaan yang tinggi terhadap obat-obatan kontrasepsi, lain hal lagi dengan klinik yang tergantung kepada jenis pelayanan medis yang disediakan di sana.

Distributor yang sudah berpengalaman pastilah telah memiliki semacam strategi demand forecasting, yang memprediksi waktu-waktu terjadinya peningkatan atau penurunan permintaan dari daftar konsumer yang dimilikinya. Dengan demikian mereka telah selangkah lebih maju dalam menentukan the right time untuk proses distribusinya daripada distributor-distributor baru.

Perusahaan distributor (khususnya di bidang farmasi) sudah tentu memiliki margin profit yang terbatas. Penghasilan usaha distribusi hanyalah berdasarkan atas kesepakatan antara industri dengan distributor itu sendiri. Margin disepakati dalam bentuk fee distributor yang juga belum dipotong dengan distribution cost. Semakin besar volume yang mampu didistribusikan, maka semakin tinggi pula besaran fee distributor yang diperoleh distributor. Oleh karena itu persaingan antar distributor jelaslah dipengaruhi oleh paling tidak dua hal, yaitu: besaran fee distributor dan besarnya armada pengangkutan yang dimiliki distributor. Industri pasti senang bekerja sama dengan perusahaan yang mematok fee distributor yang rendah dan juga jumlah armada pengangkutan yang tinggi. Senang kali mereka itu.

Mari kita kembali ke sebaris kalimat Inggris itu, with the least cost. Distributor yang sukses adalah distributor yang mampu mencari "titik untung" antara fee distributor yang akan mereka peroleh dengan distribution cost yang mereka keluarkan. Maka sudah jelas bahwa tujuan distributor adalah meminimalisir distribution cost dan costs lainnya yang disamping itu. Efisiensi mutlak diperlukan dalam manajemen kinerja perusahaan distribusi, sehingga mekanisme kontrol dan pelaporan yang baik adalah penopang dari itu semua. Contohnya, distributor pasti akan berinvestasi sekian rupiah untuk memasang alat pelacak di setiap mobil dan motor angkutannya. Pencegahan ini dilakukan untuk meminimalisir pegawai-pegawai yang tidak efisien dalam proses pengangkutan, juga pemantauan terhadap penyampaian produk ke konsumen. Pencatatan dan pelaporan secara daring juga sangat membantu, sebab memungkinkan data diproses secara real-time dan pengambilan keputusan secara cepat.

Reproductive Health Supplies Coalition on Unsplash

Dengan demikian, untuk menjadi perusahaan distribusi yang ideal maka diperlukan pengalaman yang memadai. Saat ini, telah banyak perusahaan distribusi di Indonesia dengan sistem workflow yang berbeda-beda. Perusahaan distribusi yang baru tidak perlu ragu bila ingin berkembang sebab telah banyak perusahaan yang bisa jadikan contoh pembelajaran atas berbagai sistem yang telah ada. Janganlah selalu menganggap pesaing sebagai kompetitor, melainkan juga tempat belajar. Dengan bertumbuhnya usaha-usaha di bidang farmasi dan makanan, maka menjadi kesempatan besar bagi distributor untuk meluaskan jangkauan usahanya sehingga kontinuitas perusahaan akan terjaga. Inovasi mutlak diperlukan, terlebih di zaman sekarang.

Jadi bagaimana caranya produk obat dan kosmetik yang kamu beli bisa sampai di tanganmu? Yaa lewat proses distribusi hhe hhe..

Ditulis pasca-kuliah dengan Pak M Yamin di PSPA UI.

Komentar