Langsung ke konten utama

Materi dan Perubahannya: Laporan Praktikum Kimia Dasar

 ABSTRAK

Telah dilakukan percobaan berjudul ”Materi dan Perubahannya” yang bertujuan untuk menyelidiki berbagai jenis perubahan yang dapat dialami oleh materi, dan perbedaan campuran homogen dan heterogen. Materi adalah sesuatu yang memiliki massa dan menempati suatu ruang. Dalam kehidupan sehari-hari dikenal tiga jenis materi, yakni materi padat, cair, dan gas (fase padat, cair dan gas). Selain itu, juga terdapat jenis materi lain seperti plasma dan Kondensat Bose-Einstein. Perubahan materi terdiri atas perubahan materi secara fisik (selanjutnya disebut perubahan fisika), dan perubahan materi secara kimiawi (selanjutnya disebut perubahan kimia). Namun demikian, perubahan fisika dan perubahan kimia adalah sesuatu hal yang berkaitan dan seringkali berlangsung secara bersama-sama dalam berbagai kejadian alam di sekitar kita. Namun beberapa dari sifat dari perubahan fisika dan perubahan kimia adalah sebuah ciri yang khusus, yang memungkinkan kita untuk mengamati bagaimanakah proses perubahan fisika dan bagaimanakah proses perubahan kimia. Pada bagian percobaan mengenai perubahan fisika, digunakan aquadest (H2O) sebanyak 10 mL dalam gelas kimia, yang dipanaskan di atas tungku kaki tiga. Diatas gelas kimia, diletakkan kaca arloji yang ditelentangkan yang diatasnya telah diisi air secukupnya. Pada bagian percobaan mengenai perubahan kimia, digunakan 1 mL HCl (l) 0,1 M yang direaksikan dengan 3 mL NaOH (l) 0,1 M. Setelah bereaksi, larutan itu dipanaskan dan diamati proses terbentuknya kristal. Sebuah lilin dinyalakan pada bagian percobaan mengenai perubahan kimia dan fisika, dan diselidiki apakah terjadi jelaga atau tidak. Diamati juga dalam percobaan itu, proses mencairnya lilin oleh api, dan pemadatannya kembali ketika telah menjauh dari api. Sedangkan pada percobaan mengenai campuran, digunakan pasir yang dicampur dengan aquadest yang kemudian diamati sebelum disaring. Ke dalam hasil penyaringan kemudian dilarutkan garam dapur (NaCl), dan dipanaskan serta diamati kristal yang terbentuk.

Kata Kunci: materi, campuran, kristalisasi, filtrat


BAB I : PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG

Materi adalah sesuatu hal yang memiliki massa dan menempati ruang. Sebuah materi dapat berubah dari satu keadaan kepada keadaan lainnya. Perubahan materi terdiri ke dalam dua jenis yakni perubahan fisika dan perubahan kimia.Perubahan fisika terjadi apabila zat yang dikandung oleh suatu materi tidak ikut berubah, sedangkan perubahan kimia terjadi apabila zat yang dikandung oleh suatu materi berubah menjadi zat yang lain.

Campuran adalah suatu materi yang dibuat dengan menggabungkan dua zat atau lebih yang berbeda tanpa reaksi kimia yang terjadi (obyek tidak menempel satu sama lain). Berdasarkan sifat dari kedua zat yang bercampur, campuran dapat diklasifikasikan menjadi dua kelompok yakni campuran homogen dan campuran heterogen. Campuran homogen adalah suatu campuran yang terjadi apabila kedua zat yang bercampur mempunyai fase yang sama (ukurannya, massanya, dsb.) dan dapat dipisahkan dengan dengan kertas saring. Campuran heterogen adalah suatu campuran yang terjadi apabila kedua zat yang bercampur mempunyai fase yang berbeda, dan tidak dapat dipisahkan dengan kertas saring.

TUJUAN PERCOBAAN

Tujuan dari percobaan ini ialah untuk membedakan antara campuran homogen dan heterogen serta perubahan fisika dan kimia.

MANFAAT PERCOBAAN

Manfaat dari percobaan ini adalah praktikan dapat mengetahui dan mengenal materi serta perubahannya yang terdiri atas perubahan fisika dan kimia, serta campuran homogen dan heterogen.


BAB II : TINJAUAN PUSTAKA

Materi adalah setiap objek atau bahan yang membutuhkan ruang, yang jumlahnya diukur oleh suatu sifat yang disebut massa. Secara umum materi dapat juga didefinisikan sebagai sesuatu yang memiliki massa dan menempati volume. Materi tersusun atas molekul-molekul, dan molekul pun tersusun atas atom-atom. Materi umumnya dapat dijumpai dalam empat fase berbeda, yaitu padat, cairan, gas, dan plasma (wujud zat). Namun, terdapat pula fase materi yang lain, seperti kondensat Bose-Einstein.

Perubahan fisika adalah perubahan yang mempengaruhi bentuk zat kimia, namun tidak mempengaruhi komposisi kimianya. Perubahan fisika dapat digunakan untuk memisahkan campuran menjadi senyawa komponen mereka, tetapi tidak dapat digunakan untuk campuran yang telah bereaksi menjadi senyawa kimia yang berbeda dari senyawa asalnya.

Perubahan fisika terjadi ketika benda atau zat mengalami perubahan yang tidak berubah komposisi kimianya. Ini berbeda dengan konsep perubahan kimia di mana komposisi dari perubahan zat atau satu atau lebih zat menggabungkan atau memecah untuk membentuk zat baru. Secara umum hasil perubahan fisika dapat dikembalikan ke bentuk semula dengan menggunakan sarana fisik. Misalnya, garam terlarut dalam air dapat dipulihkan dengan membiarkan air menguap dengan perantaraan panas. Perubahan fisika melibatkan perubahan sifat fisika. Contoh sifat fisika meliputi peleburan, transisi ke gas, perubahan kekuatan, perubahan daya tahan, perubahan bentuk kristal, perubahan tekstur, bentuk, ukuran, warna, volume dan kepadatan.

Perubahan fisika adalah terbatas kepada perbedaan dalam hal fisik dengan tanpa perubahan komposisi zat. Perubahan dari beberapa indikator-indikator ini (namun tidak terbatas) menunjukkan bahwa telah terjadi perubahan fisika; tekstur, warna, temperatur, bentuk, titik didih, dan titik beku. Sifat fisika meliputi berbagai aspek fisik dari senyawa. Beberapa sifat fisika (namun tidak terbatas) antara lain; Luster, Malleability, Kerapatan, Kekentalan, Kelarutan, Massa, dan Volume. Beberapa perubahan dalam sifat-sifat fisika ini dapat menjurus kepada perubahan fisika. Contoh perubahan fisika adalah proses penempaan baja untuk membentuk pisau. Sebuah baja mentah berulang kali dipanaskan dan dipalu yang mengubah kekerasan baja, fleksibilitas dan kemampuannya untuk mempertahankan tepi tajam.

Banyak perubahan fisika juga melibatkan penataan ulang atom paling terasa dalam pembentukan kristal. Banyak perubahan kimia yang irreversibel, dan banyak perubahan fisika bersifat reversibel, tetapi reversibilitas bukanlah kriteria tertentu untuk klasifikasi. Meskipun perubahan kimia dapat diakui oleh indikasi seperti bau, perubahan warna, atau produksi gas, setiap satu dari indikator ini dapat hasil dari perubahan fisika.

Perubahan kimia terjadi ketika suatu zat bereaksi dengan zat lain untuk membentuk suatu zat baru, yang disebut sintesis atau sebaliknya, terurai menjadi dua atau lebih zat yang berbeda. Proses ini disebut reaksi kimia dan, secara umum, tidak reversibel kecuali dengan reaksi kimia yang terjadi terus berlanjut. Beberapa reaksi kimia menghasilkan panas dan disebut reaksi eksotermik, selainnya memerlukan panas untuk memungkinkan reaksi terjadi, yang disebut reaksi endotermik. Memahami perubahan kimia adalah bagian utama dari ilmu kimia. Ketika terjadi reaksi kimia, atom-atom disusun kembali dan reaksi disertai dengan perubahan energi sebagai produk baru yang dihasilkan. Contoh perubahan kimia adalah reaksi antara natrium dan air untuk menghasilkan natrium hidroksida dan hidrogen. Begitu banyak energi dilepaskan bahwa gas hidrogen dirilis secara spontan membakar di udara. Ini adalah contoh dari perubahan kimia karena produk akhir secara kimiawi berbeda dari zat-zat sebelum reaksi.

Letak perbedaan antara reaksi fisika dan reaksi kimia adalah pada komposisi zatnya sesudah dan sebelum reaksi. Dalam reaksi kimia, terdapat banyak perubahan komposisi dari senyawa yang terlibat. Sedangkan dalam perubahan fisika, terdapat banyak perbedaan dalam hal bentuk, bau, tekstur, dan sebagainya, dari zat yang dimaksud, tanpa ada perubahan komposisi zat yang terlibat.

Photo by Omar Gattis on Unsplash

BAB III : METODOLOGI PERCOBAAN

ALAT DAN BAHAN

Alat yang digunakan adalah gelas ukur 250 mL, cawan penguap, lampu spiritus, corong, tabung reaksi, gelas kimia, kaca arloji, penggaris, tungku kaki tiga dan perangkatnya, cawan penguap, arloji, dan penggaris.

Bahan yang digunakan adalah minyak kelapa, garam dapur (NaCl), pasir, kertas saring, lilin, HCl, NaOH dan aquades.

KONSTANTA FISIK DAN TINJAUAN KEAMANAN

Bahan
Berat Molekul (gram/mol)
Titik Didih (oC)
Titik Leleh (oC)
Tinjauan Keamanan
NaOH
40
1390
318
Korosif
NaCl
58
1465
801
Aman
H2O
18
100
0
Aman
HCl
37
-89,9
-114,8
Korosif
Minyak Makan
256
629
352
Aman



Komentar